izinkan aku jahat

yapss…hari valentine gw paling greget,, yah.. tahun ini, yang katanya hari kasih sayang, dan yang harusnya pada seneng, lah gw?

gw pengen jahat, itu aja Tuhan

Advertisements

segores cerita di ujung Januari

januari adalah bulan setelah desember , ku rasa semua orang tau. seingat ku, ku awali dengan gembira. banyak hal berbeda yang ku lalui setiap harinya, dari semua emosi telah ku coba ekspresi kan, meski bagi sebagian besar teman-teman ku masih menyebut ku “si tanpa ekspresi, si muka flat atau apalah,,,”, tidak semua ujian, cobaan, latihan, pembelajaran, evaluasi, hingga pilihan ganda (ahh apaan sih aku,,, eekekek) ku lewati tuntas, ada yang remedi bahkan tidak lulus, biasalah,,, aku masih sering kabur untuk ambil ketenangan, sebenarnya kabur itu tidak baik, bahkan ada teman yang meminta “untuk tidak kabur” sebagai resolusi tahun baru untuk ku, dan dengan catatan ini, yang aku catat dilayar hp dengan daya baterai 22% ku, tepat dikolong langit SUPER BLOODMOON, didepan kontrakan 4×10 yang ku bayar tepat waktu perbulan dan tidak dijual ini,, aku ingin menyampaikan maaf ku pada si teman itu, ntar februari aku coba gak kabur lagi, hehehe. terhitung kurang lebih 2 jam lagi memasuki bulan kedua, wahh cepat sekali bukan?. dan ku akui dipenghujung bulan yang biasanya rentan gangguan jiwa ini aku tertawa apalagi dibarengi fenomena super bloodmoon yang berhasil menghipnotis orang-orang menengadah ke langit gelap itu,, dipinggir jalan, di depan rumah2, di depan toko2, hingga di persimpangan lampu merah, aku yakin lampu hijau yang biasanya ditunggu2 itu pasti cemburu,, ahh lucu rasanya, belum lagi efek film so sweet nan romantis serta gemesin kisah cinta Dilan dan Milea itu yang membuat semuanya serba berat. ahhh aku bersyukur jadi aku,
Terimakasih januari aku bahagia,
#io
31.01.2018

sebelum senja

baru kemarin kita tertawa
membahas angan dan berencana menyatakan
memulai semua dari awal yang kita anggap adalah pagi,
lalu ke siang dan tiba di pukul empat sore
yang kita tunggu adalah senja,
karena bersama jingganya kau berencana bahagia bersama ku
aku sudah bahagia bahkan sebelum senja itu datang
faktanya waktu kita berhenti
di pukul empat sore
tepat sebelum senja menguning

teman itu tidak abadi

kita pernah bersama berlari  

kita pernah bersama menari

kita  pernah bersama bernyanyi

kita pernah bersama peduli

dan
kita pernah bersama berjanji 

untuk tetap bersama

kita sebut kita adalah teman
ingin ku tertawa HAHA

kemudian waktu menguji,
kau dan aku di landa urusan bumi,
kau demi masa depan mu
dan aku demi sesuatu

kemudian lucu, 
ketika kita bertemu dipersimpangan itu,
kau tersipu,  ahh biasa juga kau teriak
kau menyapa,  ahh biasa juga kau langsung menepuk. 

semoga cinta tetap ada meskipun kita tidak saling menyapa,
oh tidak,  maksudku
semoga kita saling menyapa meskipun cinta tidak ada, teman

#io
#untuk teman yang hilang dan untuk teman yang akan hilang,  aku sayang kalian. 

pada pohon tanpa daun 

tidak berniat untuk membuat mu ingat, tidak bermaksud untuk meluluhkan hati mu kembali, soal ingat dan luluhnya hati mu adalah kamu yang tahu.

kemarin aku kesini lagi, yah lagi,,, setelah dulu bersama mu, mata ku tertuju pada pohon tanpa daun itu, ntah kenapa juga dia begitu,, sudah tua atau sedang musim gugur aku tidak tahu. ku pandang lekat seraya mencoba mengingat dan lalu ku sadari bahwa kita pernah membawa memori indah dari pohon itu.
perasaan ku berkata bahwa pohon itu bertanya, “hei gadis kenapa kau sendiri? dimana dia?” , dengan tertawa aku menjawab, “hai pohon tua rupanya kau masih mengingat ku, apa kabar mu?” , mencoba mengalihkan pembicaraan, , “apa kamu sedang bersedih?, baiklah aku mengerti”, kata si pohon tua dengan percaya diri, “hah? kau tau perasaan ku sekarang?, kau tau bahwa sekarang aku ingin mengembalikan semua kenangan dan berharap aku kembali tidak mengenalnya?, yahh aku ingin mengembalikan semua ke nol, mengembalikan semuanya termasuk memori yang darimu pohon tua, apa aku bisa ?” , kata ku bersemangat. “hahaha… aku bisa terima memori itu gadis berkemeja biru, tapi tidak akan lekas hilang dari ingatan mu, semua butuh waktu, jadi berjalan terus, keep moving!! “, nasihat sederhana pohon tua itu pada ku.
dan lalu ku tutup mata ku, membayangkan seperangkat komputer menyala ada di dalam kepala ku. ku pilih folder memori itu, tekan ctrl+x dan ku pastekan di ranting pohon tanpa daun itu. sesaat setelah ku pastekan, aku berbalik dan pulang tanpa melirik sedikit pun pada pohon tua tanpa daun dan pada memori yang baru saja ku tinggalkan itu.

aku telah mengembalikan pada pohon tua tanpa daun itu.
#io

dan aku bohong 

Manusia punya hati yang kuat sekaligus lemah, 

Sampai sekarang yang ku miliki masih yang lemah

Aku tidak tahu mengapa yang ini sulit dan sakit
Pernah ada yang menetap, walau sementara

Dia pergi dibawa waktu, dan waktu itu tidak bisa kembali

Lalu batu, 

beku,

Dan gelap
Untuk beribu hari kemudian ada yang hampir ada

Mengubah batu menjadi kertas

Beku menjadi  aliran sungai

Dan gelap menjadi pelita
Tapi kembali waktu membawanya pergi

Waktu yang jahat bukan?
Aku tidak menyesali semua kisah yang ada

Tapi aku benci pada waktu itu

Hingga membuat ku tidak ingin mengulang sedetikpun kisah kemarin

Walau sejujurnya dalam terdalam angan ku masih melayang
Aku baik-baik saja

Aku kuat

Aku telah lupa

Aku telah move on 

Dan aku bohong