sekuat cadas

Advertisements

puisi milenial , kata ku

DI NYATA Dan DI MAYA,dunia yg sama2 kita mukimkan,
akhirnya kita merusak DUEL pertemanan,
yang bukan beralaskan bicara jujur yg dulu kita khwatirkan.

sering kita lontarkan lewat pesan WHATSAPP yang pura2 kita anggap candaan,
kita saling bilang rindu dan juga butuh,
lalu berujung dengan kata “EEEAAAKKK” yg menjijikkan.

bukan niat merusak gembira,
melainkan agar tidak ketahuan tersipu dan kegeeran,
agar tetap pertemanan beriringan ,
bahkan untuk MERAHASIAKAN dari pergaulan.

kita masih tetap menyimpan, tapi tak ku lupa kita pernah AKUI secara spontan yang kita sulap beralasan.

sementara masing-masing raga kita berjalan,
namun kenapa lagu tak datang beriringan? biasanya semesta KERJA KELOMPOK dengan yg kita rasakan.
MEMPERSENTASIKAN nyanyian dari angin ,
melodi dari teman, hingga YOUTUBE penghiburan.

apa kita sudah mengikhlaskan?
atau berpasrah dengan keadaan?

aku coba senyumkan dihadapan teman,
semanis janji calon ANGGOTA DEWAN.
aku tenangkan hati yang tak berkenan,
seberontak NETIZEN yang koment postingan politikus MAINAN.

kita sibukkan dengan urusan SEMESTER UJUNGAN,
hingga tak lagi CHATINGAN,
bahkan tak lagi basa basi dikolom KOMENTAR INSTAGRAM.

duhh,, kenapa kedua kita jadi kelam?
hati tak mampu bersama kita GENGGAM layaknya PONSEL PINTAR yang selalu kita PEGANG,
pertemananpun MOGOK ditengah jalan, apa kita butuh GRAB CAR?.

hitam..gelap..kelam..malam,
sepaket datang tanpa JASA PENGIRIMAN.

kita penuh SANDIWARA, sebentar lagi dihujat ADMIN LAMBE TURAH.
siapkan tameng pertahanan, oposisi akan menyerang.

ku tebak, perang kita akan berawal dari DEBAT LISAN yg dinyalakan para kawanan,
lalu kita saling melumpuhkan, dan menertawakan ditengah hati yg coba kita kuatkan.

tenang saja, tak perlu memotong bicara, masing2 kita bebas berkata, waktu berucap bukan DUA MENITAN saja.
ku harap tidak lupa kita SALAMAN
juga BERPELUKAN, menutupi ketegaran yg kita sulap berupa solidaritas,
seperti DEBAT PILPRES kemarin yg belum kita bincangkan.

ahh,, sampai kapan kita jadi KOMEDI SEMESTA?

satu yg akan ku pesankan, JANGAN GOLPUT di pesta demokrasi yang akan datang. ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜…

#io.pj

didepan garis move on

ini bait puisi terakhir yang ku berikan lewat email, benar2 terakhir buat si kawan lama, yah dia kawan dan sudah lama.

pernah sedekat minggu ke senin, lalu menjadi sejauh senin ke minggu.

hahaha,,, 2017 lalu tahunnya, bukan niat mengungkit luka lama, aku piawai meracik luka jadi gelak tawa, dan sekarang jadi komedi semesta.

KENANGAN, disana lah kau berada, bersama gelang biru dan kisah yang ikut besertanya.

kau jangan risau, aku dapat pesan moral dari sakit yang kau lukai, setidaknya kau berguna dihari terakhir mu ku unggulkan dihadapan teman ku.

1:1 untuk kedudukan kita, kau terluka pun begitu aku, kita memilih rehat waktu itu, lalu terlupa,, ehh melupa tepatnya.

“hai kawan, apa kabar dirimu?”

ps : dulu aku segitunya, wkkwkwk (tepok jidat ,geleng2 kepala, huhh)

aku dan telinga

sebagai negara yang berkependudukan besar sudah tak diherankan apabila besar juga jumlah suara yang dimiliki (terkadang jumlah suara mengalahkan jumlah penduduknya,,hahaha eitss maaf), hanya saja telinga sangat kurang dinegeri ini, dimulai dari antek2 negara hingga kepelosok pedesaan mendengarkan itu seperti kulit ari buah salak, tipisssss. *duhh sampai disini aja bahas negara.

kembali ke inti coretan ini,, 3 … 2… 1…

sebut saja ini mawar,, ehh maksud ku anugerah. menjadi telinga bagi mereka adalah salah satu yang mereka nikmati dariku (yah paling tidak aku ada gunanya hahahah), kata mereka aku tidak banyak bicara,hampir tidak mau ngotot/ mengeraskepalakan suara , dan juga tidak mau ambil pusing (ahh masa sih).

aku akui anggota tubuh yang paling ku lindungi dan secara spontan ku lindungi adalah telinga dan mata (aku rasa kalian juga begitu ), bunyi balon meletus sampai petasan adalah hal yang paling ku hindari (yang ini sih alasan utamanya bukan karna telinga hahaha).

74% dari semua malam di empat tahun dikota ini aku pergunakan mendengarkan cerita sampai pergantian hari. kata mereka melegakan, kata ku melelahkan. tentu saja,, aku harus menyesuaikan mood, mencerna cerita, membayangkan dengan seksama, diam lalu bicara. sesekali aku ingin tidak mendengar, tapi aku takut jika frustasi menggerogoti akal sehat mereka. huhh kan serem tuh. *lagian ga rugi juga mendengarkan, karna dari cerita mereka juga aku belajar tanpa harus mengalami. (terimakasih buat kalian semua).

seorang teman bertanya, “lalu io bercerita pada siapa?” , tiktoktoktoktiktok….,,, setelah ku coba flashback ,, aku sadar,,ternyata selama ini aku bicara pada diriku sendiri. ahh parah..

sejujurnya aku juga butuh telinga, sudah ku cari disekililing , ada yang baik tapi baik juga membagikan tanpa sensor nama dan tanpa permisi dulu, ada yang baik tapi cerewet, ada yang mendengar tapi langsung tidur (dikate nina bobo kali yeh) ada yang malah bercerita ditengah cerita ku,, huh maunya didengerin malah jadi pendengar,, itu alasan kenapa aku malas cerita.

aku sendiri bertanya, “bagaimana aku bercerita apabila suatu saat aku telah menemukan telinga yang tepat?” ,,mampuss,, aku kurang lihai dalam hal ini. ku pandang langit2 ruang 3×4 tempat ku berbaring saat ini dengan sebiji bola lampu menyala ditengahnya , berharap dia bisa jawab pertanyaan dariku dan untuk ku , tapi dia diam, cicak tak lewat satupun, ku lirik nyamuk dia malah kabur, dalam hati aku berguman, baiklah…bulan depan kau tidak ku bayar lagi.
*(dan bulan depan juga aku diusir ibu kost -_-“).

#io.pj

arti TEMAN

apa itu teman?

bagi ku teman itu adalah status tinggi, lebih tinggi dari gebetan,pedekate juga kenalan, setara dengan pacaran. tapi teman lebih seru, dari teman bisa pacaran, sementara pacaran belum tentu bisa jadi teman. hahaha…,

tapi tidak semua orang suka status TEMAN , aku bertanya pada teman dekat ku , “bagaimana jika orang yang kau sukai menganggap kau teman?” , dia bilang ,”kecewa!!”.
hah? kenapa ada orang kecewa dengan status teman? , menurut ku, dari pertemananlah awal mulai hubungan yang baik. setuju tidak??

*(setuju atau ga setuju boleh koment sertai alasan juga boleh banget).

mereka bilang aku tidak mau membuka hati, padahal menurut ku aku telah membuka seterbuka-bukanya, bayangin deh kalian mau bertamu ke rumah, kalian duduk dimana kalau bukan diruang tamu? ga mungkin langsung ke kamar atau dapur kan? si tuan rumah perlu melihat juga baiknya si tamu disuguhi kopi atau hati? eeeaaakkkkk.

oh iya,,tidak semua perempuan itu suka cara pedekate terang-terangan, mending temanan aja dulu, jangan takut pada friend zone, menurut ku alangkah baiknya jatuh cinta pada teman sendiri, secara gitu,, luar dalam kalian sudah saling ngerti.
*(maaf aku pendukung friend zone, yang keberatan dan setuju boleh koment hahaha)

dari tulisan yang mungkin receh ini aku mau mengutarakan MAAF ku yang sebesar-besarnya, bagi pihak2 yang tersakiti karna ga mau ku anggap teman, aku cuma mau bilang, harusnya kalian senang karena kalian sudah memasuki zona nyaman, tinggal selangkah lagi mungkin bisa merobohkan benteng pertahanan ku (mungkin). sekali lagi MOHON MAAF dan apapun yang terjadi bagi ku kalian masih tetap teman. sejauh-jauhnya kalian pergi jika ingin kembali, pintu rumah ku terbuka lebar, tidak mengetuk atau beri salam pun tak apah,masuk dan duduk santai aja,,ada kopi atau mungkin hati yang akan ku suguhkan.

I WELCOME YOU

*(semoga dimaafkan dan semoga hubungan kita lebih manis dari senyuman dipoto aneh itu, hehehe)

thanks to be my friends.
*(atau ada yang ingin berbagi arti TEMAN pada ku? bagi plisss di kolom koment๐Ÿ˜Š)
#io.pj

sedang takut pada kenangan

nama ku santio, dan sekarang aku sedang digaris paling keras ku, mungkin sekeras aku tidak mau mempergunakan huruf kapital hampir disetiap awal tulisan ku. nama ku santio, dan aku masih hidup. banyak peristiwa yang silih berganti , datang lalu pergi , suka lalu duka, hingga duka tetap duka, dan semua terjebak di ruang yang disebut ……… .

kenangan, adalah hal yang tak ingin ku punya saat ini. kenangan adalah sesuatu yang tak mau ku simpan. aku sedang benci mengenang , sebahagia atau sesedih apapun aku tak ingin semua itu terperangkap dalam ruang kenangan, dan bersyukur memori ku mendukung, yahh aku pelupa, dan aku suka.

seorang teman bertanya : ” kenapa ?”
aku jawab tanpa text book bahwa aku muak terbayang-bayang sebelum tidur, aku cape bersedih jika suatu ketika aku telah dititik habisnya bahagia ku , dan sejujurnya sangat susah bagiku memaksa untuk menangisi sedih ku, ntah kenapa air mata ku hanya ada disaat aku tertawa tanpa suara, dan aku sangat lelah memaksa untuk menangis.

“kau takut?!” , teman ku tau betul, atau mungkin hanya menebak saja saat itu, dan aku terbawa suasana, aku bilang “iyah“.

aku terlalu takut untuk nyaman, aku takut ditinggal dengan seribu alasan maupun tanpa alasan, lalu ku bentangkan garis keras ku itu, melintang tanpa ada alasan untuk sedikit melonggarkan. faktanya aku tidak mau seseorang mengagumi ku sebatas dunia maya maupun mengenalku hanya dari bicara teman, itu menyiksa bukan? menyiksa buat ku maupun buat sipengagum. lalu ku perkenalkan diriku, tapi tidak semua, berharap bisa berteman baik. akan tetapi seperti yang sering terjadi, banyak yang ingin lebih dari teman (maaf bukan ge-er), disini aku mulai menyalahkan diriku karna aku telah memberi jalan, padahal seseorang itu belum tentu bisa melewati garis keras ku. kemudian kecewa dan terluka lalu melebeliku dengan kalimat yang cukup menyakitkan yaitu, “si Pemberi Harapan Palsu” , seperti yang dulu2.



“kau takut jatuh cinta?” , teman ku yang sok tau ini bertanya lagi , cukup membuat ku terkejut hingga mata ku melotot tepat dibelakang pundak kurusnya, aku diam,, sementara motor yang kami kendarai tetap melaju memecah sepi yang tiba2 tercipta diantara kami. *hening
#iopj (26.12.18)